{"id":916,"date":"2021-04-20T05:04:48","date_gmt":"2021-04-19T22:04:48","guid":{"rendered":"http:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/?p=916"},"modified":"2021-04-20T05:04:48","modified_gmt":"2021-04-19T22:04:48","slug":"international-webinar-the-future-of-indonesian-buffalo-its-challenge-and-opportunity","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/?p=916","title":{"rendered":"International Webinar: The Future of Indonesian Buffalo: Its Challenge and Opportunity"},"content":{"rendered":"<h3><strong><a href=\"http:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/04\/Virtual-Background-International-Webinar-Buffalo-Peternakan-FP-UNILA.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1122\" src=\"http:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2021\/04\/Virtual-Background-International-Webinar-Buffalo-Peternakan-FP-UNILA.jpg\" alt=\"\" width=\"607\" height=\"351\"><\/a><\/strong><\/h3>\n<h3><strong>STRATEGI PENGEMBANGAN KERBAU<\/strong><\/h3>\n<p>Bekerjasama dengan Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung telah menyelenggarakan <strong>Webinar Internasional<\/strong>, Jumat (09\/4\/2021), dengan mengusung tema <strong>\u201dThe Future of Indonesian Buffalo: Its Challenge and Opportunity\u201d.<\/strong> Webinar ditujukan untuk mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang pengembangan kerbau di Indonesia, termasuk di Lampung, sebagai penyumbang pemenuhan stok daging asal ternak ruminansia (<em>red meat<\/em>).<\/p>\n<p>Seminar daring melalui aplikasi zoom dan live streaming Youtube yang dipandu dari Fakultas Pertanian Unila oleh <strong>AkhmadDakhlan, Ph.D.<\/strong> ini menghadirkan empat narasumber, yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Ester Flores, Ph.D.<\/strong> (Department of Agriculture Philippine Carabao Center),<\/li>\n<li><strong>Dr. Ronald C. van Giessen, D.V.M.\/M.B.A.<\/strong> (PUM Senior Expert Farm Animal Production Chain-Netherland),<\/li>\n<li><strong>Dr. Ika Sumantri, M.Sc., I.P.M.<\/strong> (Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lambung Mangkurat),<\/li>\n<li><strong>Dr. Ir. Erwanto, M.S.<\/strong> (Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung).<\/li>\n<\/ol>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Webinar diikuti tidak kurang dari 500 peserta berasal dari <strong>Malaysia, Bangladesh, Philippines, Netherland, Laos, Timor Leste, dan Indonesia.<\/strong><\/p>\n<p>Mengawali acara, Dekan FP Prof. Dr. Ir. Sukri Banuwa, M.Si. dalam sambutan pembukaannya menyatakan bahwa hingga saat ini Indonesia masih mengandalkan impor daging dan ternak sapi hidup khususnya dari Australia dan daging beku kerbau dari India. Hal ini terjadi karena kebutuhan konsumsi daging merah Indonesia masih belum dapat terpenuhi dari suplai dalam negeri. Kondisi tersebut menarik untuk didiskusikan dalam rangka mencari solusi bersama untuk menuju kemandirian dengan berbagai strategi yang memungkinkan.<\/p>\n<p>Populasi kerbau Indonesia terus mengalami penurunan, dari 2,4 juta pada 2000 menjadi 1,18 juta pada 2020, jelas Ika dalam paparannya. Pada mulanya kerbau memiliki peranan penting bagi peternak\/petani kecil namun menjadi berkurang peranannya pada beberapa dekade terakhir sejalan dengan impor sapi dan mekanisasi dalam pertanian. Erwanto membenarkan terjadinya penurunan tersebut, termasuk di Lampung.<\/p>\n<p>Menurut Erwanto, bagi masyarakat adat Lampung kerbau tidak hanya ternak biasa, tetapi juga sebagai komoditas warisan dan bagian integral dari budaya yang sudah berlangsung lama. Kerbau sangat berpoteni dalam menyumbang pemenuhan <em>red meat<\/em> di Indonesia. Penyebab penurunan populasi kerbau, lanjut Erwanto, setidaknya karena sangat kurangnya program-program pemerintah berkaitan dengan ternak kerbau karena komoditas ini tidak menjadi prioritas, Luas lahan ternak kerbau semakin terbatas, kapasitas dukungan ekosistem untuk menyediakan pakan kerbau menurun, dan tingkat pemotongan kerbau yang jauh melebihi kemampuan berkembang biak. Penurunan populasi kerbau ini harus menjadi perhatian semua pihak yang terlibat untuk segera dicari solusi atau strategi pengembangan yang tepat sehingga tidak terus menurun.<\/p>\n<p><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n<p><strong>Strategi Pengembangan<\/strong><\/p>\n<p>Menyikapi penurunan populasi kerbau yang terjadi, melalui paparan berjudul <em>The Future of Buffalo Development in Indonesia<\/em>, Ika menawarkan beberapa strategi pengembangan kerbau ke depan, diantaranya perlu adanya kebijakan pemerintah yang lebih melalui: program pengembangan dan pendanaan riset, penanganan breeding, konservasi genetik, perlindungan lahan rumput alam, dan pembiayaan\/permodalan. Juga dengan strategi pada praktik budidaya, yang mencakup praktik beternak yang baik (<em>good farming practices<\/em>) dan perubahan tujuan usaha dari sampingan menjadi usaha berorientasi bisnis atau industri peternakan kerbau. Selain itu, perlu dibangun pasar yang berkaitan dengan aspek budidaya maupun pemasaran hasilnya (Pakan, bibit, dan daging).<\/p>\n<p>Dalam paparan makalahnya yang berjudul<em> Buffalo in Lampung Province: Historical and Cultural Perspective<\/em>, Erwanto menyampaikan beberapa strategi pengembangan populasi kerbau yaitu: pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (petani, spesialis penyuluhan, dll.), perubahan pola pemeliharaan dari ekstensif ke semi intensif karena lahan yang semakin terbatas, peningkatan kualitas genetik kerbau melalui pemuliaan dan seleksi yang ketat, inovasi teknologi dalam reproduksi dapat melalui inseminasi buatan, embrio transfer, pemisahan embrio, dll.&nbsp; Terkait strategi peningkatan kualitas genetik, secara khusus melalui materi bahasan <em>Initiatives on Breed Development in Water Buffaloes,<\/em> Ester optimis dapat diperoleh bibit-bibit kerbau berkualitas sehingga dapat meningkatkan populasi dan produktivitasnya. Strategi lain menurut Erwanto adalah aplikasi inovasi teknologi dalam pakan dan nutrisi (nutrisi energi dan protein; vitamin dan suplemen mineral; pengawetan pakan, dll), pendanaan khusus untuk bisnis kerbau, mengembangkan inkubator bisnis sebagai pusat keunggulan dan pelatihan peternakan kerbau. Strategi yang hampir serupa juga disampaikan oleh Ronald dalam makalahnya <em>The world of waterbuffalo<\/em>, yaitu perlunya layanan penyuluhan dan penanganan pemotongan yang berkualitas. Juga tersedianya sentra atau unit penggemukan kerbau, serta pemisahan tujuan pemeliharaan yaitu pembiakan dan penggemukan. (AQ-0421)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>STRATEGI PENGEMBANGAN KERBAU Bekerjasama dengan Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung telah menyelenggarakan Webinar Internasional, Jumat (09\/4\/2021), dengan mengusung tema \u201dThe Future of Indonesian Buffalo: Its Challenge and Opportunity\u201d. Webinar ditujukan untuk mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang pengembangan kerbau di Indonesia, termasuk di Lampung, sebagai penyumbang pemenuhan stok&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-916","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=916"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/916\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ptk.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}