Home » Berita » INKUBATOR BISNIS JURUSAN PETERNAKAN DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT

RSS Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu

  • An error has occurred, which probably means the feed is down. Try again later.

INKUBATOR BISNIS JURUSAN PETERNAKAN DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT

Perkembangan peternakan di Provinsi Lampung khususnya ternak sapi sangat pesat. Kondisi seperti ini dapat ditunjukkan dengan berkembangnya pelaku usaha peternakan sapi potong. Perkembangan inilah yang mendorong Jurusan Peternakan UNILA untuk mengembangkan inkubator bisnis. Gagasan ini dimunculkan oleh Dr. Ir Erwanto dengan melihat potensi usaha dan juga pembangunan daerah sektor peternakan di Provinsi Lampung.

Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan salah satu daerah yang akan ditunjuk sebagai mitra dalam program ini. Penunjukkan ini berkaitan dengan potensi daerah mulai dari potensi wilayah, bahan baku pakan dan populasi ternak yang sangat banyak. Populasi ternak yang besar pada daerah yang biasa disebut ‘Tubaba’ diharapkan mampu sebagai percontohan pengembangan inkubator bisnis untuk daerah lain.

Kondisi Sapi yang dimiliki oleh kelompok tani Kab. Tulang Bawang Barat
Kondisi Sapi yang dimiliki oleh kelompok tani Kab. Tulang Bawang Barat

Sebagai upaya tindak lanjut program MoU antara Fakultas Pertanian Unila dengan Pemerintah Kab. Tulang Bawang Barat, penggagas program ini Dr.Ir Erwanto bersama dengan Dekan Pertanian yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Syahrio Tantalo melakukan dialog bersama dengan Pemerintah Kab. Tulang Bawang Barat yang diwakili oleh Bupati Umar Ahmad, S.P yang merupakan alumni FP Unila beserta Kadis Peternakan dan Perikanan Drh. Nazarudin. Pertemuan ini dilaksanakan dengan suasana santai namun dilandasi dengan keseriusan dalam kerjasama.

Dialog antara Tim inkubator Bisnis Dr. Ir Erwanto dan Ir Syahrio T dengan Bupati Umar Ahmad, SP dan drh Nazarudin
Dialog antara Tim inkubator Bisnis Dr. Ir Erwanto dan Ir Syahrio T dengan Bupati Umar Ahmad, SP dan drh Nazarudin

Harapan dari Bupati, kerjasama tidak hanya dilaksanakan dalam waktu ini saja. Sektor lain masih memerlukan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersumber dari Unila.

(AK, 2015)